Minggu, 14 Oktober 2012

dan memang bukan aku

jika angin mampu berhembus kencang menggugurkan dedaunan itu dengan kejam ,
kau lebih mampu menghujamkan pisau tajam itu untuk menusuk hatiku .

jika listrik mampu padam karnanya ,
kau pun lebih mampu memadamkan harapanku dan menjatuhkanku.

jika banyak bangunan roboh karnanya ,
kau pun lebih mampu merobohkan kekuatanku ...

jika angin mampu mengundang mendung
maka kau lebih mampu memberi hujan dalam tangisku.

karna kau aku bersinar .
karna kau aku terang .
karna kau senyum ini ada .
karna kau tangis ini ada..

jika bukan karnamu , aku takkan seperti ini , takkan pada pendirian ini ,
takkan merasakan senyum ini , takkan pernah mendapatkan semua ini .
kenangan yang kau lukis dalam hariku , pelajaran yang kau tanam dalam kebiasaanku ,
hal yang selalu aku remehkan . hal yang tak pernah aku perdulikan .
siapa kau sungguh berani merubahku ?
hal itu yg slalu ingin kukatakan didepanmu saat kau berusaha merubahku .
tapi ak sadar , itu demi kebaikanku.

kau suruh aku melupakanmu ... aku tak mau...
kau tak ingin aku terluka lebih dari kemarin .. tapi aku mengabaikannya ...

aku bilang aku telah mengerti kau , mengerti seluk beluk baik burukmu ...
ya benar ! tapi dirimu yg lama . bukan kau yg sekarang ...

dan jika saat ular melepaskan kulitnya , maka kulit tersebut akan mengelupas dan menjadi limbah...
tak digunakan lagi ... dan bergantilah menjadi kulit baru yang lebih bersinar...
hal itu telah kau lakukan padaku .
kau mengganti haluanmu , tak lagi padaku ...
ada yang baru menantimu disana ..
memang aku slalu menantimu , tapi kau takkan datang dalam penantianku .
meskipun kau hadir dalam penantianku skalipun ,
kau takkan menyentuhnya , kau hanya sekedar berkunjung lalu pergi ...
dan jika ingat , kau pamit ... dan jika tidak , hanya bagian belakangmu yang mampu ku pandang.

dan jika aku sering mengabaikanmu , itu karna aku takut aku tak bisa melupakan semua ini ...
aku takut aku tak bisa hidup tanpamu .
disana kau slalu berkata padaku , bahwa aku harus melupakanmu ,
aku slalu menjawab bahwa itu mustahil , tapi kamu slalu bilang "gak ada yg gak mungkin"

aku tau , sayang itu udah gak ada ,
tapi apa gak terfikirkan ? betapa aku merindukanmu ?
betapa aku tersiksa dalam ?
sampai sampai aku menyamakan teman kita dengan mu ...

saat aku menangis , aku memeluknya mengganggapnya adalah dirimu .
memandangnya seakan memandangmu .
mendengar suaranya seakan aku mendengarmu
memperhatikan dan mengasihinya seakan sedang bersamamu .
berbicara dengannya bercanda dengannya seakan denganmu...
mengaguminya seakan itu dirimu ...

betapa kejam yang kulakukan !
dan betapa bodohnya ketika aku memutuskan juga mencintainya seakan akan aku mencintaimu .
dan akan tetapi ... memang bukan aku ...
bukan aku untukmu ... bukan juga untuknya ...
aku memang bodoh ...
aku memang melepaskanmu ...
aku memang tak menjagamu ...

dan memang bukan aku ... bukan aku yang terbaik untukmu meski aku sangat amat menyayangimu ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar