Selasa, 07 Maret 2017

Sepenggal cerita pendek untuk sayang

Sayang yan tak mampu kuucap.
Sayang yang tak mampu kubuktikan.
Sayang yang hanya terpendam dihatiku.
Sayang yang ingin kuhancurkan.
Sayang yang sangat menyiksaku karna sangat menyayangimu.
Yang sangat amat membuatku rindu.
Selalu menginginkanmu.
Sayang yang hanya merupakan egoisku.. keserakahanku..
Ntah jika kudapatkan kesayanganku apakah aku akan bahagia..
Tapi lebih tidak bahagia ketika aku harus diusir dari cerita dimana aku tak harus menyayangimu lagi..

Dimana dalam cerita itu, aku tak mampu menempatkan aku sebagai orang yang menyayangimu..
Dihari itu hari sebelum ulang tahunnya. Aku sedang menuju sebuah gedung fasilitas umum milik pemerintah untuk mengerjakan sebuah tugas kuliah. Dan ketika aku tiba disana, disetiap sudut membuatku ingat aku pernah mengajaknya kesana.. tapi ia menolaknya, aku pikir karna mungkin tempat itu membosankan dan hal bodoh untuk mengajaknya ketempat seperti itu haha. Setelah itu saat hari sudah mencapai malam, saat aku mulai berkemas dan bersiap pulang, aku tersipu geli saat mengingat hal ini.. diperjalanan membuatku berfikir, kenapa aku jadi memikirkannya.. padahal sudah beberapa waktu berlalu dan aku benar benar ingin melupakannya. Heran setiap kali aku mulai merindukannya.. yang membuatku menangis tersedu-sedu bahkan saat mengendarai sepedahku.. dimana saat faforitku untuk menangis kencang yaitu saat bersepedah. Ohhh Tuhan... Tidak biasanya.. meski aku kadang melirik perumahan itu aku tak pernah sampai masuk.. tapi ntah saat itu aku sangat sedih karna tak pernah berani untuk pergi kesana. Berputar dan berputar akhirnya aku menggok ke perumahan itu.. dengan harapan aku menemukannya.. aku terus berjalan dan berjalan.. sampai ujung jalan aku tak bertemu dengannya dan akhirnya aku kembali.. tak tau perasaan apa itu, rasanya aku benar benar bingung.. tapi begitu aku keluar dari perumahan itu, aku tertawa... Aku sudah berhenti menangis.. geli rasanya aku menangis hal yang aku tidak tau kenapa aku harus menangis..
Beberapa kali pertemuan ada yang mulai mengalihkan perhatianku.. tapi hanya perhatianku, bukan hatiku.. akan tetapi, meskipun perhatian ini dialihkan, aku tetap memikirkannya.. kadang aku kecewa pada diriku yg tak mampu untuk memikirkan orang lain.. kenapa ini terjadi begitu mudah.. apa karna aku tak berani untuk berubah? Apanya? Jelas aku berubah.. setiap aku berubah langkahku juga berbeda.. dan skr langkahku tak lagi mengarah ke tempatmu.. tapi dalam kenyataan, hatiku masih untukmu... Seperti raga yang menuju orang lain tapi hati dan jiwaku masih disitu. Ahhh aku tak tau bagaimana harus menyusul hati dan jiwaku untuk bisa bersama kembali dengan ragaku yg sudah jauh melangkah melupakan rasa sayang itu.
Seperti dumbdumber yang terus memaksakan keadaan bahwa semua tetap baik baik saja.. seperti orang bodoh pula saat hp orang bodoh ini mengupdate kalender dengan sendirinya, semua pemberitahuan ulang tahun orang-orang yang berteman dengannya di sosial media masuk kedalam emailnya. Dan ada pemberitahuan bahwa saatnya masalalunya itu ulang tahun.. dan tepat dihari sebelum ia ulang tahun sibodoh pergi untuk menemuinya. Karna ia bodoh dan tak berani untuk menemuinya ia hanya pergi tak tau kerumah siapa ia pergi.. entah kenapa rasanya hati ini selalu terikat membuat teringat padanya.. pada dirinya yang sudah tak ingin apa apa lagi dari sibodoh ini.. sibodoh yang masih menyayanginya.. ntah sayang apa.. sayang yang tak berujung. Titik.
Selamat ulang tahun. Sayangku.